"(Al Qur'an) ini adalah penerangan bagi seluruh manusia, dan petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa." (Q.S. Al-Imran 3 : 138)
Tampilkan postingan dengan label Menjawab Tuduhan Kontradiksi dalam Al Quran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Menjawab Tuduhan Kontradiksi dalam Al Quran. Tampilkan semua postingan

2010/07/27

TENTANG MENUDUH WANITA BAIK-BAIK BERZINA

Pertanyaan:

Dapatkah seseorang yang menuduh wanita baik-baik berzina dapat diampuni,

"kecuali orang-orang yang bertaubat sesudah itu dan memperbaiki (dirinya), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (Q.S. An-Nur 24:5),

atau tidak?

"Sesungguhnya orang-orang yang menuduh wanita yang baik-baik, yang lengah lagi beriman (berbuat zina), mereka kena la'nat di dunia dan akhirat, dan bagi mereka azab yang besar," (Q.S. An-Nur 24:23).

Jawab:
"kecuali orang-orang yang bertaubat sesudah itu dan memperbaiki (dirinya), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (Q.S. An-Nur 24:5),
Ayat diatas berbicara tentang orang-orang yang menuduh wanita baik-baik (berbuat zinah) yang memohon ampun kepada Allah. Sedangkan ayat dibawah,

"Sesungguhnya orang-orang yang menuduh wanita yang baik-baik, yang lengah lagi beriman (berbuat zina), mereka kena la'nat di dunia dan akhirat, dan bagi mereka azab yang besar," (Q.S. An-Nur 24:23).
berbicara tentang siksaan Allah kepada orang-orang yang menuduh wanita baik-baik (berbuat zinah) yang tidak memohon ampun kepada Allah.

2010/07/25

BERSIKAP KRITIS

Pertanyaan:

"... Allah menyuruh umat Islam bersikap kritis, bahkan terhadap Al-Qur’an itu sendiri dan tidak boleh taklid ..."

Ini justru bertentangan dengan apa yang Al-Qur'an pesankan didalam ayat-ayat dibawah ini:
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menanyakan (kepada Nabimu) hal-hal yang jika diterangkan kepadamu akan menyusahkan kamu dan jika kamu menanyakan di waktu Al Qur'an itu diturunkan, niscaya akan diterangkan kepadamu, Allah mema'afkan (kamu) tentang hal-hal itu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun." (Q.S. Al-Ma'idah 5:101),
"Sesungguhnya telah ada segolongan manusia sebelum kamu menanyakan hal-hal yang serupa itu (kepada Nabi mereka), kemudian mereka tidak percaya kepadanya." (Q.S. Al-Mai'dah 5:102),

Ayat di atas memerintahkan pengikut Muhammad tak boleh bertanya atau menanyakan hal-hal yang menurut mereka dapat menggoyahkan iman. Bukankah ini sama saja melarang penggunaan akal? Bila Islam melarang umatnya kritis, lalu di mana letak penggunaan akal itu? Bukankah Islam dikatakan sangat mengutamakan akal?

Ini bertentangan dengan ayat sebelumnya di surat yang sama:

"Dan apabila kamu menyeru (mereka) untuk (mengerjakan) sembahyang, mereka menjadikannya buah ejekan dan permainan. Yang demikian itu adalah karena mereka benar-benar kaum yang tidak mau mempergunakan akal." (Q.S. Al-Mai'dah 5:58),

Jawab:

Ayat-ayat diatas ini sama sekali tidak seperti anggapan yang tertera sebelumnya karena memang maknanya bertolak belakang jika dilihat dari Azbabun Nuzul-nya. Berikut Azbabun Nuzul dari ayat diatas:

Bukhari:
4345. Anas ra meriwayatkan, "Rasulullah,sallahu alaihi wassallam, berbicara dengan perkataan yang tidak biasanya. Beliau berkata, 'Jika kalian mengetahui apa yang aku ketahui, maka kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis. Para sahabat Rasulullah saw, menutup muka mereka dan terisak-isak. Lalu seorang pria berkata, 'Siapakah ayahku?', ia menjawab, 'fulan bin fulan'. Lantas ayat ini turun: 'Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menanyakan (kepada Nabimu) hal-hal yang jika diterangkan kepadamu akan menyusahkan kamu'." (Q.S. Al-Mai'dah 5:101).

4346. Diriwayatkan oleh ibn Abbas, "Sebagian orang biasa mempertanyakan kepada Rasulullah dengan maksud mengolok-olok dengan menanyakan, 'Siapakah ayahku?' dan seorang yang kehilangan untanya menanyakan, 'Dimana untaku?' dan kemudian turunlah ayat ini memberitakan tentang mereka: 'Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menanyakan (kepada Nabimu) hal-hal yang jika diterangkan kepadamu akan menyusahkan kamu'." (Q.S. Al-Mai'dah 5:101).

Jadi yang dimaksudkan ialah mereka yang mempertanyakan hal-hal yang menjengkelkan, karena hal tersebut tiada manfaatnya dan rasulullah pun bukan seorang dukun yang tahu segala unta, beliau pun melarang sahabatnya mempertanyakan hal-hal yng menjengkelkan seperti pada hadis berikut:
Diriwayatkan oleh Mu'awiyah: "Nabi saw melarang diskusi yang isinya pertanyaan yang menjengkelkan dan olok-olok." (Sunan Abu-Dawud, Kitab Al-Ilm, Kitab 25, Nomor 3648),

Pertanyaan-pertanyaan seperti ini hanya merusak iman kita oleh karenanya Allah melarang hamba-hamba-Nya melakukan hal tersebut.

Jadi sama sekali tidak benar jika ayat tersebut dihubungkan dengan pelarangan penggunaan akal seperti tuduhan diatas.

Kemudian maksud ayat dibawah ini:

"Sesungguhnya telah ada segolongan manusia sebelum kamu menanyakan hal-hal yang serupa itu (kepada Nabi mereka), kemudian mereka tidak percaya kepadanya." (Q.S. Al-Mai'dah 5:102),

Maksudnya: sesudah diterangkan kepada mereka hukum-hukum yang mereka tanyakan itu, mereka tidak menaatinya, hal ini menyebabkan mereka menjadi kafir.

2010/07/23

TENTANG DOSA SYIRIK

Pertanyaan:


Apakah Allah mengampuni syirik? Syirik termasuk sebagai dosa yang paling buruk, namun penulis Al-Qur'an nampaknya tidak mampu memutuskan apakah Allah akan mengampuni dosa tersebut,


"Ahli Kitab meminta kepadamu agar kamu menurunkan kepada mereka sebuah Kitab dari langit. Maka sesungguhnya mereka telah meminta kepada Musa yang lebih besar dari itu. Mereka berkata : "Perlihatkanlah Allah kepada kami dengan nyata". Maka mereka disambar petir karena kezalimannya, dan mereka menyembah anak sapi, sesudah datang kepada mereka bukti-bukti yang nyata, lalu Kami ma'afkan (mereka) dari yang demikian. Dan telah Kami berikan kepada Musa keterangan yang nyata." (Q.S. An Nisaa' 4:153),

"Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan yang demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya)," (Q.S. Al-Furqan 25:68),

"(yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina," (Q.S. Al-Furqan 25:69),

"kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; maka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (Q.S. Al-Furqan 25:70),

"Dan orang-orang yang bertaubat dan mengerjakan amal saleh, maka sesungguhnya dia bertaubat kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya." (Q.S. Al-Furqan 25:71),

atau tidak,

"Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar." (Q.S. An Nisaa' 4:48).

Ibrahim melakukan dosa syirik saat dia menyembah bulan, matahari, dan bintang sebagai tuhannya,

"Ketika malam telah gelap, dia melihat sebuah bintang (lalu) dia berkata: "Inilah Tuhanku", tetapi tatkala bintang itu tenggelam dia berkata: "Saya tidak suka kepada yang tenggelam." (Q.S. Al An'am 6:76),

"Kemudian tatkala dia melihat bulan terbit dia berkata: "Inilah Tuhanku". Tetapi setelah bulan itu terbenam, dia berkata: "Sesungguhnya jika Tuhanku tidak memberi petunjuk kepadaku, pastilah aku termasuk orang yang sesat." (Q.S. Al An'am 6:77),
"Kemudian tatkala ia melihat matahari terbit, dia berkata: 'Inilah Tuhanku, ini yang lebih besar'. Maka tatkala matahari itu terbenam, dia berkata: 'Hai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan." (Q.S. Al An'am 6:78),


tetapi orang Muslim percaya bahwa nabi-nabi tidak berdosa.


Jawab:


Orang-orang musyrik tidak akan diampuni dosanya, kecuali mereka bertaubat secara total dan kembali ke jalan yang lurus (Islam). Demikian juga dengan orang-orang yang mengaku muslim yang melakukan perbuatan syrik, mereka wajib melakukan taubatan nasuha. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

APAKAH NABI YUNUS A.S. DILEMPAR KE DAERAH TANDUS?

Pertanyaan:


Apakah Nabi Yunus a.s. dilempar ke daerah tandus atau tidak?

"Kemudian Kami lemparkan dia ke daerah yang tandus, sedang ia dalam keadaan sakit." (Q.S. Ash Shaaffat 37:145),

atau

"Kalau sekiranya ia tidak segera mendapat ni'mat dari Tuhannya, benar-benar ia dicampakkan ke tanah tandus dalam keadaan tercela." (Q.S. Al Qalam 68:49).


Jawab:


Nabi Yunus a.s. dilemparkan oleh Allah ke daerah yang tandus (berarti tanahnya juga tandus).

SEMUA MAKHLUK TUNDUK PADA ALLAH, KENAPA SETAN MEMBANGKANG?

Pertanyaan:

Apakah semuanya tunduk dan taat pada Allah? Hal ini disebut didalam ayat dibawah ini:

"Dan kepunyaan-Nyalah siapa saja yang ada di langit dan di bumi. Semuanya hanya kepada-Nya tunduk." (Q.S. Ar-Rum 30:26),

tetapi banyak ayat berbicara mengenai kebanggaan Setan yang tidak patuh pada Allah,

"Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu (Adam), lalu Kami bentuk tubuhmu, kemudian Kami katakan kepada para malaikat: "Bersujudlah kamu kepada Adam", maka merekapun bersujud kecuali iblis. Dia tidak termasuk mereka yang bersujud." (Q.S. Al-A'raf 7:11),

"Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk," (Q.S. Al-Hijr 15:28),

"Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniup kan kedalamnya ruh (ciptaan)-Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud." (Q.S. Al-Hijr 15:29),

"Maka bersujudlah para malaikat itu semuanya bersama-sama," (Q.S. Al-Hijr 15:30),

"kecuali iblis. Ia enggan ikut besama-sama (malaikat) yang sujud itu." (Q.S. Al-Hijr 15:31),

"Dan (ingatlah), tatkala Kami berfirman kepada para malaikat: "Sujudlah kamu semua kepada Adam", lalu mereka sujud kecuali iblis. Dia berkata: "Apakah aku akan sujud kepada orang yang Engkau ciptakan dari tanah?" (Q.S. Al-Isra' 17:61),

"Dan (ingatlah) ketika Kami berkata kepada malaikat: "Sujudlah kamu kepada Adam", maka mereka sujud kecuali iblis. Ia membangkang." (Q.S. Thaahaa 20:116),

"(Ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat: "Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah". (Q.S. Saad 38:71),

"Maka apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya roh (ciptaan)Ku; maka hendaklah kamu tersungkur dengan bersujud kepadanya". (Q.S. Saad 38:72),

"Lalu seluruh malaikat-malaikat itu bersujud semuanya," (Q.S. Saad 38:73),

"kecuali iblis; dia menyombongkan diri dan adalah dia termasuk orang-orang yang kafir" (Q.S. Saad 38:74),

"Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: "Sujudlah kamu kepada Adam  maka sujudlah mereka kecuali Iblis. Dia adalah dari golongan jin, maka ia mendurhakai perintah Tuhannya. Patutkah kamu mengambil dia dan turanan-turunannya sebagai pemimpin selain daripada-Ku, sedang mereka adalah musuhmu? Amat buruklah iblis itu sebagai pengganti (dari Allah) bagi orang-orang yang zalim." (Q.S. Al Kahf 18:50),

juga banyaknya manusia yang menolak perintah-Nya dan firman-Nya.

Jawab:
 
"Dan kepunyaan-Nyalah siapa saja yang ada di langit dan di bumi. Semuanya hanya kepada-Nya tunduk." (Q.S. Ar-Rum 30:26),

Ayat diatas berbicara tentang ajaran Tauhid, bahwa tidak ada Tuhan yang patut disembah kecuali hanya Allah semata. Semua yang ada di dunia ini adalah makhluk ciptaan-Nya. Karenanya, kita wajib hanya tunduk patuh kepada-Nya. Di dalam surat yang tertulis dibawah ini, setan berasal dari dua golongan yaitu golongan Jin dan Manusia.

"Katakanlah: 'Aku berlindung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia." (Q.S. An-Naas 114:1),

"Raja manusia." (Q.S. An-Naas 114:2),

"Sembahan manusia." (Q.S. An-Naas 114:3),

"Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi," (Q.S. An-Naas 114:4),

"yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia," (Q.S. An-Naas 114:5),

"dari (golongan) jin dan manusia'." (Q.S. An-Naas 114:6).

SIAPAKAH PELINDUNG ITU? MALAIKAT ATAU ALLAH?

Pertanyaan:

Apakah malaikat itu pelindung?

"Tiadakah kamu mengetahui bahwa kerajaan langit dan bumi adalah kepunyaan Allah? Dan tiada bagimu selain Allah seorang pelindung maupun seorang penolong." (Q.S. Al Baqarah 2:107),

"Dan kamu sekali-kali tidak dapat melepaskan diri (dari azab Allah) di bumi dan tidak (pula) di langit dan sekali-kali tiadalah bagimu pelindung dan penolong selain Allah." (Q.S. Al-Ankabuut 29:22).

Tapi di,

"Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta." (Q.S. Fushshilat 41:31),

Dan juga dalam ayat lain malaikat menjaga,

"Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia." (Q.S. Ar Ra'd 13:11),

"(yaitu) ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri." (Q.S. Qaaf 50:17),

"Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir." (Q.S. Qaaf 50:18),

dan mengawasi,

"Padahal sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat-malaikat) yang mengawasi (pekerjaanmu)," (Q.S. Al-Infitaar 82:10).

Jawab:

"Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta." (Q.S. Fushshilat 41:31),

Secara konteks tekstual, yang berkata di dalam ayat tersebut diatas adalah Allah, bukan malaikat. Sedangkan di ayat lainnya berbicara tentang malaikat-malaikat yang bertugas mencatat amal baik-buruk manusia ketika di dunia. Malaikat hanya bisa bergerak sesuai dengan perintah-Nya, karena ia adalah makhluk Allah. Satu hal yang harus kita pahami, bahwa dzat-Nya meliputi apa yang ada dilangit dan di bumi.

APAKAH ADA PERTANYAAN DI SURGA?

Pertanyaan:

Apakah ada pertanyaan di Surga?


"Apabila sangkakala ditiup maka tidaklah ada lagi pertalian nasab di antara mereka pada hari itu, dan tidak ada pula mereka saling bertanya." (Q.S. Al-Mu'minun 23:101),

tetapi mereka akan,

"Dan sebahagian mereka menghadap kepada sebahagian yang lain saling tanya-menanya." (Q.S. At-Tur 52:25),

"Sebahagian dan mereka menghadap kepada sebahagian yang lain berbantah-bantahan." (Q.S. As-Saffaat 37:27).

Jawab:

 "Apabila sangkakala ditiup maka tidaklah ada lagi pertalian nasab di antara mereka pada hari itu, dan tidak ada pula mereka saling bertanya." (Q.S. Al-Mu'minun 23:101),
 
Ayat diatas berbicara tentang situasi ketika manusia semuanya dibangkitkan kembali dari kematian di dunia untuk dimintai pertanggungjawaban (setelah kiamat) dengan ditandai ditiupnya sangkakala, sedangkan

"Dan sebahagian mereka menghadap kepada sebahagian yang lain saling tanya-menanya." (Q.S. At-Tur 52:25),

ayat diatas berbicara tentang keadaan manusia ketika di surga, dan

"Sebahagian dan mereka menghadap kepada sebahagian yang lain berbantah-bantahan." (Q.S. As-Saffaat 37:27).

ayat diatas berbicara tentang keadaan manusia ketika di neraka.

SEBERAPAKAH PENGASIHNYA ALLAH?

Pertanyaan:

Seberapa Pengasihnyakah Allah? Dia menetapkan kasih sayang atas diri-Nya

"Katakanlah: 'Kepunyaan siapakah apa yang ada di langit dan di bumi.' Katakanlah: 'Kepunyaan Allah.' Dia telah menetapkan atas Diri-Nya kasih sayang. Dia sungguh akan menghimpun kamu pada hari kiamat yang tidak ada keraguan padanya. Orang-orang yang meragukan dirinya mereka itu tidak beriman." (Q.S. Al-An'am 6:12),

tetapi Dia tidak memberi petunjuk orang-orang tertentu meski Dia bisa,

"Dan jika perpalingan mereka (darimu) terasa amat berat bagimu, maka jika kamu dapat membuat lobang di bumi atau tangga ke langit lalu kamu dapat mendatangkan mu'jizat kepada mereka (maka buatlah). Kalau Allah menghendaki, tentu saja Allah menjadikan mereka semua dalam petunjuk sebab itu janganlah sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang jahil." (Q.S. Al-An'am 6:35),

"Kami tidak mengutus seorang rasulpun, melainkan dengan bahasa kaumnya, supaya ia dapat memberi penjelasan dengan terang kepada mereka. Maka Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki, dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Dia-lah Tuhan Yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana." (Q.S. Ibrahim 14:4).

Jawab:

Allah adalah Mahakuasa dan Maha Berkehendak. Kita semua adalah makhluk-Nya, mau diapain kita, terserah Allah, yang terpenting adalah bahwa kita diwajibkan untuk hanya beribadah kepada-Nya.

ASAL MUASAL BENCANA

Pertanyaan:

Darimana asal muasal bencana? Apakah bencana dalam hidup kita berasal dari setan,

"Dan ingatlah akan hamba Kami Ayyub ketika ia menyeru Tuhan-Nya: "Sesungguhnya aku diganggu syaitan dengan kepayahan dan siksaan". (Q.S. Saad 38:41),

diri sendiri,

"Apa saja ni'mat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri. Kami mengutusmu menjadi Rasul kepada segenap manusia. Dan cukuplah Allah menjadi saksi." (An Nisaa' 4:79),

atau Allah?

"Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh, dan jika mereka memperoleh kebaikan, mereka mengatakan : 'Ini adalah dari sisi Allah', dan kalau mereka ditimpa sesuatu bencana mereka mengatakan : 'Ini (datangnya) dari sisi kamu (Muhammad)'. Katakanlah : 'Semuanya (datang) dari sisi Allah'. Maka mengapa orang-orang itu (orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan sedikitpun?" (Q.S. An Nisaa' 4:78)

Jawab:

Jelas sekali, semuanya datang dari sisi Allah,

"Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh, dan jika mereka memperoleh kebaikan, mereka mengatakan : 'Ini adalah dari sisi Allah', dan kalau mereka ditimpa sesuatu bencana mereka mengatakan : 'Ini (datangnya) dari sisi kamu (Muhammad)'. Katakanlah : 'Semuanya (datang) dari sisi Allah'. Maka mengapa orang-orang itu (orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan sedikitpun?" (Q.S. An Nisaa' 4:78),

baik bencana itu disebabkan oleh jin/setan (misal: santet/teluh), kesalahan diri sendiri (misal: kecelakaan/banjir/wabah penyakit), atau dibunuh orang lain (misal: pembunuhan dalam peperangan), pada hakikatnya semuanya atas kehendak Allah karena semua manusia pasti dikembalikan kepada-Nya untuk dimintai pertanggungjawabannya (Rukun Iman ke-6: Qadha & Qadar). Adapun ayat dibawah ini,

"Apa saja ni'mat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri. Kami mengutusmu menjadi Rasul kepada segenap manusia. Dan cukuplah Allah menjadi saksi." (An Nisaa' 4:79),

adalah kata-kata Allah kepada Nabi Muhammad SAW secara khusus sebagai pribadi, bukan ditujukan kepada semua manusia, meski hakikatnya mungkin untuk semua manusia.

DIMANAKAH ALLAH BERADA?

Pertanyaan:

Di mana Allah dan 'Arsy-Nya?

Allah lebih dekat dari urat leher,

"Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya," (Q.S. Qaf 50:16),

tetapi Dia juga di atas 'Arsy / Singgasana,

"Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa: Kemudian Dia bersemayam di atas 'Arsy. Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi dan apa yang keluar daripadanya dan apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepada-Nya. Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan." (Q.S. Al-Hadid 57:4),

yang berada di atas air,

"Dan Dia-lah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, dan adalah singgasana-Nya (sebelum itu) di atas air, agar Dia menguji siapakah di antara kamu yang lebih baik amalnya, dan jika kamu berkata (kepada penduduk Mekah): "Sesungguhnya kamu akan dibangkitkan sesudah mati", niscaya orang-orang yang kafir itu akan berkata: 'Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata'." (Q.S. Hud 11:7),

dan pada saat yang sama Dia pun sangat jauh sampai-sampai perlu 1.000 dan 50.000 tahun untuk mencapai-Nya,

"Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu." (Q.S. As-Sajdah 32:5),

"Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya limapuluh ribu tahun." (Q.S. Al-Ma'arij 70:4).

Jawab:

Allah adalah Raja Yang Mahakuasa, Mahadekat, dan Maha Mengetahui atas segala sesuatu sekecil apapun. Dan Allah berada dimana saja yang Dia kehendaki.

"Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa: Kemudian Dia bersemayam di atas 'Arsy. Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi dan apa yang keluar daripadanya dan apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepada-Nya. Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan." (Q.S. Al-Hadid 57:4),

Sedangkan manusia adalah makhluk ciptaan-Nya. 50.000 tahun adalah waktu tempuh manusia dalam mencapai Allah, yang menunjukkan kemustahilan manusia dapat mencapai Allah tanpa seizin-Nya.

DARI APA MANUSIA DICIPTAKAN?

Pertanyaan:

Manusia tercipta dari apa?

Segumpal darah,

"Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan," (Q.S. Al-'Alaq 96:1),

"Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah." (Q.S. Al-'Alaq 96:2),

air,

"Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?" (Q.S. Al-Anbiya 21:30),

"Dan Allah telah menciptakan semua jenis hewan dari air, maka sebagian dari hewan itu ada yang berjalan di atas perutnya dan sebagian berjalan dengan dua kaki sedang sebagian (yang lain) berjalan dengan empat kaki. Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya, sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu." (Q.S. An-Nur 24:45),

"Dan Dia (pula) yang menciptakan manusia dari air lalu dia jadikan manusia itu (punya) keturunan dan mushaharah dan adalah Tuhanmu Maha Kuasa." (Q.S. Al-Furqan 25:54),

tanah liat kering,

"Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk." (Q.S. Al-Hijr 15:26),

tanah,

"Sesungguhnya misal (penciptaan) 'Isa di sisi AllAh, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: "Jadilah" (seorang manusia), maka jadilah dia." (Q.S. Al-'Imran 3:59),

"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan kamu dari tanah, kemudian tiba-tiba kamu (menjadi) manusia yang berkembang biak." (Ar-Rum 30:20),

"Dan Allah menciptakan kamu dari tanah kemudian dari air mani, kemudian Dia menjadikan kamu berpasangan (laki-laki dan perempuan). Dan tidak ada seorang perempuanpun mengandung dan tidak (pula) melahirkan melainkan dengan sepengetahuan-Nya. Dan sekali-kali tidak dipanjangkan umur seorang yang berumur panjang dan tidak pula dikurangi umurnya, melainkan (sudah ditetapkan) dalam Kitab (Lauh Mahfuzh). Sesungguhnya yang demikian itu bagi Allah adalah mudah." (Q.S. Fatir 35:11),

bumi,

"Dan kepada Tsamud (Kami utus) saudara mereka Shaleh. Shaleh berkata: 'Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagimu Tuhan selain Dia. Dia telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan kamu pemakmurnya ,karena itu mohonlah ampunan-Nya, kemudian bertobatlah kepada-Nya, Sesungguhnya Tuhanku amat dekat (rahmat-Nya) lagi memperkenankan (do'a hamba-Nya).' (Q.S. Hud 11:61),

setetes mani,

"Dia telah menciptakan manusia dari mani, tiba-tiba ia menjadi pembantah yang nyata." (Q.S. An-Nahl 16:4)

"Bukankah dia dahulu setetes mani yang ditumpahkan (ke dalam rahim)," (Q.S. Al-Qiyamah 75:37),

atau dari ketiadaan,

"Dan tidakkah manusia itu memikirkan bahwa sesungguhnya Kami telah menciptakannya dahulu, sedang ia tidak ada sama sekali?" (Q.S. Maryam 19:67),

yang kemudian disangkal,

"Apakah mereka diciptakan tanpa sesuatupun ataukah mereka yang menciptakan (diri mereka sendiri)?" (Q.S. At-Tur 52:35).

Jawab:

Allah menjelaskan kepada kita bahwa manusia secara umum diciptakan dari air/H2O, setitik sperma, segumpal darah, segumpal daging, dan seterusnya. Bisa dilihat didalam surat dibawah ini,

"Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik." (Q.S. Al-Mu'minun 23:14).

Secara khusus manusia pertama Adam diciptakan dari persenyawaan: tanah keras seperti tembikar/oksigenium dan zat arang/carbonium,

"Dia menciptakan manusia dari tanah kering seperti tembikar," (Q.S. Ar-Rahman 55:14),

tanah kering dan lumpur hitam/nitrogenium,

"Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: 'Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk'," (Q.S. Al-Hijr 15:28),

"thin"/tanah/hidrogenium,

"Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan Yang memulai penciptaan manusia dari tanah." (Q.S. As-Sajdah 32:7),

tanah liat/ferum,

"Maka tanyakanlah kepada mereka (musyrik Mekah): 'Apakah mereka yang lebih kukuh kejadiannya ataukah apa yang telah Kami ciptakan itu?' Sesungguhnya Kami telah menciptakan mereka dari tanah liat." (Q.S. As-Saffaat 37:11),

"turab"/tanah/zat anorganik

"Sesungguhnya misal (penciptaan) 'Isa di sisi AllAh, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: "Jadilah" (seorang manusia), maka jadilah dia." (Q.S. Al-'Imran 3:59),

dan setelah sempurna bentuknya diberikan roh,

"Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniup kan kedalamnya ruh (ciptaan)-Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud." (Q.S. Al-Hijr 15:29),

Hawa diciptakan dari bagian tubuh Adam,

"Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu." (Q.S. An Nisaa' 4:1).

Nabi Isa a.s. diciptakan hanya dengan kalimat "Kun" di dalam rahim Maryam,

"(Ingatlah), ketika Malaikat berkata: "Hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putera yang diciptakan) dengan kalimat (yang datang) daripada-Nya, namanya Al Masih 'Isa putera Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah)," (Q.S. Ali 'Imran 3:45),

Sedangkan surat dibawah berbicara tentang penciptaan roh manusia yang mendahului penciptaan fisik manusia,

"Dan tidakkah manusia itu memikirkan bahwa sesungguhnya Kami telah menciptakannya dahulu, sedang ia tidak ada sama sekali?" (Q.S. Maryam 19:67).

DALAM PROSES PENCIPTAAN LANGIT, BERSAMA-SAMA ATAU TERPISAH?

Pertanyaan:

Bersama-sama atau saling terpisah? Dalam proses penciptaan, langit dan bumi pertama-tama terpisah lalu kemudian dipanggil bersama-sama,

"Kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: 'Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa'. Keduanya menjawab: 'Kami datang dengan suka hati'."(Q.S. Fussilat 41:11),

sedangkan dalam surat,

"Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?" (Al-Anbiya 21:30),

keduanya berasal dari satu bagian lalu terpisah.


Jawab:

Kedua surat diatas berbicara tentang langit dan bumi yang dahulunya merupakan suatu yang padu (asap).

LANGIT ATAU BUMI, DULUAN MANA??

Pertanyaan:

Langit atau Bumi? Mana yang diciptakan lebih dulu?

"Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu." (Q.S. Al-Baqarah 2:29),

kontradiktif dengan

"Apakah kamu lebih sulit penciptaanya ataukah langit? Allah telah membinanya," (Q.S. An-Nazi'aat 79:27),

"Dia meninggikan bangunannya lalu menyempurnakannya," (Q.S. An-Nazi'aat 79:28),

"dan Dia menjadikan malamnya gelap gulita, dan menjadikan siangnya terang benderang." (Q.S. An-Nazi'aat 79:29),

"Dan bumi sesudah itu dihamparkan-Nya." (Q.S. An-Nazi'aat 79:30).



Jawab:

Kedua ayat diatas berbicara tentang penciptaan bumi terlebih dahulu sebelum penciptaan langit. Kata "kamu" berarti bumi dimana manusia tinggal.

METODE ALLAH DALAM PENCIPTAAN, CEPAT ATAU LAMBAT?

Pertanyaan:
Penciptaan Cepat atau Lambat? Allah menciptakan surga dan bumi dalam 6 hari (7:54) dan bagi Muslim yang ingin modern atau ilmiah, 6 hari berarti 6 eon. Tetapi Tuhan juga mencipta secara instan (2:117), "Kun fayakun!"

Jawab:
Empat, 5, atau 6 hari penciptaan adalah hak prerogatif Allah. Bible juga mencatat bahwa Allah menciptakan langit dan bumi dalam 6 hari (Kejadian 1:1-31), bahkan konon Allah harus beristirahat pada hari ketujuh karena kelelahan (Kejadian 2:1-3), Berati Tuhan lemah dunk ky manusia saja. "Kun fa yakun" adalah salah satu perintah Allah dalam menciptakan segala sesuatu, termasuk ketika menciptakan Adam dan Isa (Yesus).Seandainya Allah mau menciptakan dengan Kunfayakun untuk menciptakan bumi adalah sangat mudah bagi Allah.

MASA PENCIPTAAN LANGIT DAN BUMI

Pertanyaan:

Enam atau delapan hari penciptaan?

"Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas 'Arsy . Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam." (Q.S. Al-A'raf 7:54),

"Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah Yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas 'Arsy untuk mengatur segala urusan. Tiada seorangpun yang akan memberi syafa'at kecuali sesudah ada izin-Nya. (Dzat) yang demikian itulah Allah, Tuhan kamu, maka sembahlah Dia.Maka apakah kamu tidak mengambil pelajaran?" (Q.S. Yunus 10:3),

"Dan Dia-lah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, dan adalah singgasana-Nya (sebelum itu) di atas air, agar Dia menguji siapakah di antara kamu yang lebih baik amalnya , dan jika kamu berkata (kepada penduduk Mekah): 'Sesungguhnya kamu akan dibangkitkan sesudah mati', niscaya orang-orang yang kafir itu akan berkata: 'Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata'." (Q.S. Hud 11:7),

"Yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam masa, kemudian dia bersemayam di atas Arsy, (Dialah) Yang Maha Pemurah, maka tanyakanlah (tentang Allah) kepada yang lebih mengetahui (Muhammad) tentang Dia." (Al-Furqan 25:59),

Ayat-ayat diatas jelas-jelas menyatakan Tuhan menciptakan "langit dan bumi" dalam 6 hari. Tetapi prosedur penciptaan dalam ayat dibawah ini,

"Katakanlah: 'Sesungguhnya patutkah kamu kafir kepada Yang menciptakan bumi dalam dua masa dan kamu adakan sekutu-sekutu bagi-Nya? (Yang bersifat) demikian itu adalah Rabb semesta alam'." (Q.S. Fussilat 41:9),
"Dan dia menciptakan di bumi itu gunung-gunung yang kokoh di atasnya. Dia memberkahinya dan Dia menentukan padanya kadar makanan-makanan (penghuni)nya dalam empat masa. (Penjelasan itu sebagai jawaban) bagi orang-orang yang bertanya." (Q.S. Fussilat 41:10),

"Kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: 'Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa'. Keduanya menjawab: 'Kami datang dengan suka hati'. (Q.S. Fussilat 41:11),

"Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa. Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui." (Q.S. Fussilat 41:12),

berjumlah delapan hari?


Jawab:

Ada 7 (tujuh) ayat Al-Qur'an yang menegaskan bahwa Allah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa yaitu:

"Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas 'Arsy . Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam." (Q.S. Al-A'raf 7:54),

"Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah Yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas 'Arsy untuk mengatur segala urusan. Tiada seorangpun yang akan memberi syafa'at kecuali sesudah ada izin-Nya. (Dzat) yang demikian itulah Allah, Tuhan kamu, maka sembahlah Dia.Maka apakah kamu tidak mengambil pelajaran?" (Q.S. Yunus 10:3),

"Dan Dia-lah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, dan adalah singgasana-Nya (sebelum itu) di atas air, agar Dia menguji siapakah di antara kamu yang lebih baik amalnya , dan jika kamu berkata (kepada penduduk Mekah): 'Sesungguhnya kamu akan dibangkitkan sesudah mati', niscaya orang-orang yang kafir itu akan berkata: 'Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata'." (Q.S. Hud 11:7),

"Yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam masa, kemudian dia bersemayam di atas Arsy, (Dialah) Yang Maha Pemurah, maka tanyakanlah (tentang Allah) kepada yang lebih mengetahui (Muhammad) tentang Dia." (Al-Furqan 25:59),

"Allah lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas 'Arsy. Tidak ada bagi kamu selain dari pada-Nya seorang penolongpun dan tidak (pula) seorang pemberi syafa'at. Maka," (Q.S. As-Sajdah 32:4),

"Dan sesungguhnya telah Kami ciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam masa, dan Kami sedikitpun tidak ditimpa keletihan." (Q.S. Qaf 50:38),

"Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa: Kemudian Dia bersemayam di atas 'Arsy. Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi dan apa yang keluar daripadanya dan apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepada-Nya. Dan Dia bersama kamu di mama saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan." (Q.S. Al-Hadid 57:4).

Sedangkan ayat-ayat dibawah ini,

"Katakanlah: 'Sesungguhnya patutkah kamu kafir kepada Yang menciptakan bumi dalam dua masa dan kamu adakan sekutu-sekutu bagi-Nya? (Yang bersifat) demikian itu adalah Rabb semesta alam'." (Q.S. Fussilat 41:9),
"Dan dia menciptakan di bumi itu gunung-gunung yang kokoh di atasnya. Dia memberkahinya dan Dia menentukan padanya kadar makanan-makanan (penghuni)nya dalam empat masa. (Penjelasan itu sebagai jawaban) bagi orang-orang yang bertanya." (Q.S. Fussilat 41:10),

"Kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: 'Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa'. Keduanya menjawab: 'Kami datang dengan suka hati'. (Q.S. Fussilat 41:11),

"Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa. Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui." (Q.S. Fussilat 41:12),
si penanya hanya terpaku pada angka-angka (2 + 4 + 2 = 8),  tanpa meneliti redaksinya sehingga ada kesalahan (salah kaprah) yang disengaja ketika membaca ayat ini. Jika dicermati, ayat yang ke-9 hanya menyebutkan penciptaan bumi dalam 2 masa (fii yaumain). Sementara ayat yang ke-10  menceritakan masa penciptaan bumi dan segala isinya (gunung, tumbuhan, hewan, dan lainnya) dalam 4 masa (fii arba'ati ayyaam). Sedangkan, Fushshilat 11-12 menyebutkan, Allah menciptakan langit saja dalam 2 masa.

Dari ayat-ayat tersebut dapat dipahami bahwa Allah menciptakan bumi selama 2 hari, menjadikan gunung dan semua isi bumi dalam 2 hari dan menciptakan langit juga 2 hari. Jadi dapat disimpulkan, masa penciptaan bumi, isi bumi dan langit adalah 6 hari (2 + 2 + 2 = 6). Jadi ayat ini sama sekali tidak bertentangan dengan ayat yang ada di surat sebelumnya..

A. Hassan dalam Tafsir Al-Furqan membuat analogi menarik untuk menjelaskan pengertian surat Fushshilat 9 dan 10. Seseorang berkata, "Saya berjalan dari Surabaya ke Semarang dalam 2 hari dan ke jakarta dalam 4 hari.". Maksudnya, perjalanan dari Surabaya ke Semarang dua hari. Semarang ke Jakarta juga 2 hari. Sedangkan jika di tmpuh langsung dari Surabaya ke Jakarta perlu waktu 4 hari.

Proses penciptaan alam yang dikemukakan al-Qur'an ini sangat ilmiah dan tidak janggal. 

JUMLAH SAYAP MALAIKAT

Pertanyaan:

Malaikat memiliki 2,3, atau 4 pasang sayap,

"Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, Yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu." (Q.S. Fatir 35:1),

tetapi Jibril memiliki 600 sayap (Sahih Bukhari,Volume 4, Buku 54, Nomor 455).

Jawab:

"Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, Yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu." (Q.S. Fatir 35:1),

Ayat diatas adalah firman Allah, sedangkan Hadits harus dipahami sebagai penjelasan dari firman Allah. Hadits ada yang shahih, mutawattir, dan dhaif.

SIAPA YANG MENGAMBIL ROH SAAT KEMATIAN?

Pertanyaan:

Siapa yang mengambil ruh saat kematian?
Ada pandangan yang bertentangan mengenai siapakah yang mengambil ruh saat kematian: Malaikat Maut,

"Katakanlah: "Malaikat maut yang diserahi untuk (mencabut nyawa)mu akan mematikanmu, kemudian hanya kepada Tuhanmulah kamu akan dikembalikan." (Q.S. As-Sajdah 32:11),

Para Malaikat,

"Bagaimanakah (keadaan mereka) apabila malaikat mencabut nyawa mereka seraya memukul-mukul muka mereka dan punggung mereka?" (Q.S. Muhammad 47:27),

atau Allah?

"Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditetapkan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir?" (Q.S. Az-Zumar 39:42).

Jawab:

Ayat-ayat diatas berbicara tentang satu malaikat maut yang ditugasi Allah untuk mencabut nyawa manusia (yang dimaksud dengan kata 'maut' adalah 'pencabut nyawa', bukan nama malaikan tersebut).

JUMLAH GOLONGAN PADA HARI AKHIR

Pertanyaan:


Jumlah golongan pada hari akhir. Menurut ayat dibawah ini,

"dan kamu menjadi tiga golongan." (Q.S. Al-Waqi'ah 56:7),

akan ada 3 golongan orang pada hari Akhir, namun menurut ayat-ayat dibawah ini,

"Mereka (orang-orang yang beriman dan saling berpesan itu) adalah golongan kanan." (Q.S. Al-Balad 90:18),

"Dan orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, mereka itu adalah golongan kiri." (Q.S. Al-Balad 90:19),

"Pada hari itu manusia ke luar dari kuburnya dalam keadaan bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka," (Q.S. Az-Zalzalah 99:6),

"Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya." (Q.S. Az-Zalzalah 99:7),

"Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula." (Q.S. Az-Zalzalah 99:8),

hanya ada 2 golongan?


Jawab:


"dan kamu menjadi tiga golongan." (Q.S. Al-Waqi'ah 56:7),
Ayat diatas berbicara tentang dua golongan umat sesudah Muhammad SAW dan satu golongan umat sebelum Muhammad SAW, sedangkan ayat-ayat dibawah,

"Mereka (orang-orang yang beriman dan saling berpesan itu) adalah golongan kanan." (Q.S. Al-Balad 90:18),

"Dan orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, mereka itu adalah golongan kiri." (Q.S. Al-Balad 90:19),

berbicara tentang dua golongan umat sesudah Muhammad SAW.

JUMLAH TAMAN DI SURGA

Pertanyaan:

Berapa taman yang ada di surga, ada satu,

"Dan orang-orang yang bertakwa kepada Tuhan dibawa ke dalam syurga berombong-rombongan (pula). Sehingga apabila mereka sampai ke syurga itu sedang pintu-pintunya telah terbuka dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya: "Kesejahteraan (dilimpahkan) atasmu. Berbahagialah kamu! maka masukilah syurga ini, sedang kamu kekal di dalamnya'." (Q.S. Az-Zumar 39:73),

"Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: 'Tuhan kami ialah Allah' kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: 'Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan syurga yang telah dijanjikan Allah kepadamu'." (Q.S. Fussilat 41:30),

"Berlomba-lombalah kamu kepada (mendapatkan) ampunan dari Tuhanmu dan syurga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-rasul-Nya. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah mempunyai karunia yang besar." (Q.S. Al-Hadid 57:21),

"maka sesungguhnya syurgalah tempat tinggal(nya)." (Q.S. An-Nazi'aat 79:41),

atau banyak?

"Mereka itulah (orang-orang yang) bagi mereka surga 'Adn, mengalir sungai-sungai di bawahnya; dalam surga itu mereka dihiasi dengan gelang mas dan mereka memakai pakaian hijau dari sutera halus dan sutera tebal, sedang mereka duduk sambil bersandar di atas dipan-dipan yang indah. Itulah pahala yang sebaik-baiknya, dan tempat istirahat yang indah;" (Q.S. Al-Kahf 18:31),

"Sesungguhnya Allah memasukkan orang-orang beriman dan mengerjakan amal yang saleh ke dalam surga-surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai. Di surga itu mereka diberi perhiasan dengan gelang-gelang dari emas dan mutiara, dan pakaian mereka adalah sutera." (Q.S. Al-Hajj 22:23),

"(Bagi mereka) syurga 'Adn mereka masuk ke dalamnya, di dalamnya mereka diberi perhiasan dengan gelang-gelang dari emas, dan dengan mutiara, dan pakaian mereka didalamnya adalah sutera." (Q.S. Fatir 35:33),

"(yaitu) kebun-kebun dan buah anggur," (Q.S. An-Naba 78:32).

Jawab:

"Dan orang-orang yang bertakwa kepada Tuhan dibawa ke dalam syurga berombong-rombongan (pula). Sehingga apabila mereka sampai ke syurga itu sedang pintu-pintunya telah terbuka dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya: "Kesejahteraan (dilimpahkan) atasmu. Berbahagialah kamu! maka masukilah syurga ini, sedang kamu kekal di dalamnya'." (Q.S. Az-Zumar 39:73),

"Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: 'Tuhan kami ialah Allah' kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: 'Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan syurga yang telah dijanjikan Allah kepadamu'." (Q.S. Fussilat 41:30),

"Berlomba-lombalah kamu kepada (mendapatkan) ampunan dari Tuhanmu dan syurga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-rasul-Nya. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah mempunyai karunia yang besar." (Q.S. Al-Hadid 57:21),

"maka sesungguhnya syurgalah tempat tinggal(nya)." (Q.S. An-Nazi'aat 79:41),

Ayat-ayat diatas berbicara tentang surga secara umum, sedangkan ayat-ayat dibawah,

"Mereka itulah (orang-orang yang) bagi mereka surga 'Adn, mengalir sungai-sungai di bawahnya; dalam surga itu mereka dihiasi dengan gelang mas dan mereka memakai pakaian hijau dari sutera halus dan sutera tebal, sedang mereka duduk sambil bersandar di atas dipan-dipan yang indah. Itulah pahala yang sebaik-baiknya, dan tempat istirahat yang indah;" (Q.S. Al-Kahf 18:31),

"Sesungguhnya Allah memasukkan orang-orang beriman dan mengerjakan amal yang saleh ke dalam surga-surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai. Di surga itu mereka diberi perhiasan dengan gelang-gelang dari emas dan mutiara, dan pakaian mereka adalah sutera." (Q.S. Al-Hajj 22:23),

"(Bagi mereka) syurga 'Adn mereka masuk ke dalamnya, di dalamnya mereka diberi perhiasan dengan gelang-gelang dari emas, dan dengan mutiara, dan pakaian mereka didalamnya adalah sutera." (Q.S. Fatir 35:33),

"(yaitu) kebun-kebun dan buah anggur," (Q.S. An-Naba 78:32).


berbicara tentang rincian surga-surga (tidak mungkin tiap orang menduduki surga yang sama, ini disesuaikan dengan amal perbuatan yang bersangkutan selama di dunia).

KESALAHAN NUMERIK WAKTU TEMPUH MALAIKAT 1.000 ATAU 50.000?

Pertanyaan:

Ketidakkonsistenan numerik lagi. Apakah harinya Allah sama dengan 1000 tahun manusia,

"Dan mereka meminta kepadamu agar azab itu disegerakan, padahal Allah sekali-kali tidak akan menyalahi janji-Nya. Sesungguhnya sehari disisi Tuhanmu adalah seperti seribu menurut perhitunganmu." (Q.S. Al-Hajj 22:47),

"Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu." (Q.S. As-Sajdah 32:5),

atau 50.000 tahun manusia?

"Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya limapuluh ribu tahun." (Q.S. Al-Ma'arij 70:4).

Jawab:

"Dan mereka meminta kepadamu agar azab itu disegerakan, padahal Allah sekali-kali tidak akan menyalahi janji-Nya. Sesungguhnya sehari disisi Tuhanmu adalah seperti seribu menurut perhitunganmu." (Q.S. Al-Hajj 22:47),

"Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu." (Q.S. As-Sajdah 32:5),

Ayat-ayat diatas berbicara tentang lamanya waktu sehari di sisi Allah jika disamakan dengan lamanya waktu di dunia menurut perhitungan manusia (= 1.000 tahun), sedangkan,

"Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya limapuluh ribu tahun." (Q.S. Al-Ma'arij 70:4).

ayat diatas berbicara tentang waktu tempuh malaikat ketika naik ke langit dalam sehari, apabila ditempuh manusia waktunya 50.000 tahun.